Selasa, 01 Maret 2016

Konsep atau Prinsip Storyboard

PRINISIP PENULISAN STORY BOARD


PRINSIP PENULISAN STORY BOARD


1. Story Board

Storyboard
merupakan konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual termasuk audio dengan mengolah elemen desain berupa bentuk, gambar, huruf dan warna serta tataletak sehingga pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya.

Storyboard
Adalah kolom teks, bentuk visual dan audio dengan keterangan mengenai konteks dan visualisasi yang digunakan untuk produksi sebuah acara. Penggunaan Storyboard saat ini, tidak terbatas hanya pada pembuatan iklan namun juga digunakan dalam produks igame, cd multimedia dan elearning.

2. Peran Storyboard dalam Produksi Film
Istilah Storyboard bagi sebagian orang masih terdengar asing. Storyboard adalah rancangan berupa sket atau gambar yang dilengkapi dengan petunjuk atau catatan pengambilan gambar untuk kebutuhan syuting.
Storyboard adalah salah satu komponen yang wajib dalam tahapan produksi film yang benar, peran Storyboard ternyata memegang peranan yang penting. Terutama dalam mendukung proses pra produksi.

Storyboard dibutuhkan sebagai media bantu dalam perencanaan atau keinginan sutradara yang berhubungan dengan visualisasi film yang akan dibuat. Pembuat Storyboard dikenal dengan istilah Storyboard Artist. 

Storyboard Artist bertugas membuat Storyboard dari skenario yang digunakan sebagai panduan visual dari cerita. Antara skenario dan Storyboard saling mendukung, skenario berisi panduan cerita dalam bentuk tulisan sedangkan Storyboard sebagai panduan visualnya.




3. Prinsip Penulisan Storyboard
  • Kreatif yaitu pesan visual/ ide yang disampaikan harus asli atau tidak meniru.
  • Komunikatif yaitu bahasa yang digunakan mudah diterima dengan baik dan lancar
  • Efisien yaitu pesan yang disampaikan mempunyai keteraturan sehingga sesuai dengan apa yang diingikan.
  • Efektif yaitu pesan yang disampaikan tepat dan lancar sesuai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai.
  • Estetis Yaitu pesan atau gagasan yang disampaikan memiliki unsur atau nilai keindahan. Dengan lima prinsip tersebut diharapkan Storyboard yang dibuat memenuhi kebutuhan apa yang ingin disampaikan dan memiliki daya tarik secara visualisasi.

4. Konsep dan Strategi serta Proses Perancangan Grafis

Konsep 5 W + 1 H yaitu : What, Why, Who, Which, Where, How
1.       Pesan apa yang ingin disampaikan ?
2.       Apa jenis dan cakupan ?
3.       Apa keunggulannya dan bagaimana konsep membawakannya ?
4.       Kepada siapa pesan ini diperuntukkan ?
5.       Bagaimana cara pendekatan dengan audience ?
6.       Apa peluang dan target dari yang ingindicapai ?
7.       Apa yang diperlukan untuk menggalipotensi audience ?
8.       Kebiasaan, cara dan pola masyarakat?
9.       Pendekatan komunikasi dan kreatif apa yang tepat untuk itu ?

Strategi yang diperlukan dalam upaya proses menyampaikan pesan secara efektif dan efisien : Cara yang biasa dipergunakan yaitu :
1.       Merancang strategi komunikasi
2.       Merancang strategi kreatif



5. Langkah-langkah dalam Proses Perancangan
yaitu :
a.       Pengumpulan Data
sebagai bahan dasar untuk dianalisa. Data dapat berupa data tertulis (verbal), dan data gambar (visual), atau data lainnya seperti suara (audio), data teraba(bentuk 3 dimensi) dan aroma/ rasa.

b.      Pengelompokkan atau Klasifikasi
yaitu proses pemilahan, data dasar dianalisa untuk dirumuskan. Hasil rumusan tersebut merupakan bahan penyusunan :
v  Konsep Umum, lebih ditekankan pada konsep komunikasinya.
v  Konsep Kreatif, lebih ditekankan pada konsep kreatifnya.

c.       Implementasi
Adalah perwujudan visual(visualisasi) kreatif ke dalam media yang telah dipilih berdasarkan kesesuaian dengan visi, misi, maksud, tujuan, sasaran pesan agar efisien, efektif, komunikatif dan memiliki nilai keindahan.
Pada proses implementasi ini diperlukan strategi serta pemikiran proses produksi media dan penerapan pada media serta penyebarannya, serta pemasangan di lokasi yang tepat(strategis).

d.      PreTest
Biasanya akan dilakukan pretest ( ujicoba sebelum storyboard yang ditulis dituangkan dalam bentuk visual dan audio).


 6. Teknik dasar dalam pembuatan Storyboard

Clip, cut, paste, trace, copy dan color adalah teknik dasar dalam pembuatan storyboard. Orang dengan kemampuan seni lebih dapat melakukan ini lebih baik tetapi setiap orang harus mencobanya sendiri.

7. Clip, Cut dan Paste dalam pembuatan storyboard


  •   Clipping adalah proses paling efektif untuk memperoleh gambar-gambar yang menarik.
  • Cut ; memotong koleksi gambar yang dikumpulkan dari berbagai sumber. 
  • Paste ; menyalin gambar–gambar yang menarik guna menggali ide-ide kreatif.

Dengan melakukan clip, cut, atau Paste kita bisa menemukan pola yang bisa saja muncul sebagai “sesuatu yang baru”.

a.  Bentangkan hasil clipping yang ada sehingga kita dapat mengambil dan memilih untuk memperoleh koleksi yang baik yang kita inginkan. Kunci sukses dalam hal ini adalah kita melakukan proses asosiasi bebas untuk memandu kita memilih. Kemudian kelompokan gambar dalam katagori atau subjek yang sama. Setelah kita memiliki gambar yang cocok dan kata-kata di bawah panel, lanjutkan ke panel berikutnya
b.  Perlu diingat kalau kita dapat memotong, menyalin dan menempel dengan menggunakan koleksi gambar yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan membuat sebuah adegan yang membantu menerangkan cerita.
c.    Bentangkan storyboard kita pada sebuah papan poster dan tempel dengan selotip. Sekarang kita memiliki satu set storyboard yang dapat digunakan untuk mengetahui cerita kita.
d.    Gunakan rasa “bagaimana jika…” dan bermainlah dengan clipping tersebut. Atur dan susun ulang mereka sampai sesuatu muncul di imajinasi kita. Jika masih memiliki keraguan tentang kekuatan teknik ini, cobalah dengan cara lain...

#Terima Kasih Sudah Berkunjung..